Pakailah
uang teman-teman dengan arif dan bijaksana ketika travelling (wah kata-kata bijaknya keluar nih :-) )
Banyak diantara kita
yang kalut dan khilaf ketika menggunakan fulus-nya dalam berbelanja,
terutama ketika traveling ke luar negeri, entah itu karena pertimbangan pengen
membeli barang-barang yang unik dan tidak ada di negeri sendiri, membeli oleh-oleh,
melihat tempat wisata, membayar penginapan, untuk ongkos transportasi dan
lain-lain sebagainya. Wajar sih karena pada awalnya saya juga begitu J khilaf booo. Saking hilafnya sampai lupa saldo di
rekening khusus saya untuk aktifitas traveling sudah menipis karena tidak terasa
telah melakukan penarikan tunai pada mesin atm, maupun untuk pembelian barang
di negeri orang tersebut.
Jika
boleh berpesan, ketika teman-teman akan membeli suatu barang coba hitunglah
harga yang tertera di toko dan coba hitung kurs antara mata uang Negara yang dikunjungi
dengan Indonesia, apakah harganya termasuk mahal atau masih bisa ditorerir.
Tapi tidak apa-apa lah sekali-kali kita membeli produk barang yang memang kita
sukai meskipun harganya mahal sekalipun... asal duit nya cukup ya dan tidak
mengganggu cash flow dana kita ketika
travelling. Usul saya pisahkan dana khusus untuk traveling dan dana
untuk kehidupan kita di dunia nyata ketika nanti kembali ke Indonesia, agar
tidak bercampur sehingga tidak mengganggu cash
flow keuangan kita.
Nah
dalam melakukan transaksi tersebut, terkadang kita dibingungkan dalam
menggunakan sarana dan alat pembayaran ketika kita melakukan transaksi di luar
negeri ketika travelling berlangsung. Dalam kesempatan ini saya mencoba
untuk memberikan pandangan sekilas dan pengalaman saya pribadi tentang
bagaimanakah sebaiknya teman-teman menggunakan sarana/media pembayaran yang
cocok dan bisa dibilang lebih murah jika sedang melakukan perjalanan ke luar
negeri.
Sebelum
membahas penggunaan media pembayaran yang sesuai ketika anda melakukan
perjalanan ke luar negeri, ada baiknya saya informasikan terlebih dahulu penjelasan
singkat tentang macam media pembayaran yang dapat digunakan. Ada beberapa media
pembayaran yang sudah kita ketahui bersama, yaitu uang tunai, kartu kredit,
kartu debet dan kartu ATM yang akan teman-teman gunakan untuk melakukan transaksi.
1. Uang Tunai dalam hal ini kita harus melakukan konversi dan membeli
jenis mata uang yang sesuai dengan negara yang rencana akan kita kunjungi.
Belilah mata uang tersebut di tempat-tempat penukaran resmi yang memiliki harga
kurs terendah. Uang tunai memiliki sifat paling mudah hilang sehingga sangat
berisiko untuk membawa uang dalam jumlah besar. Jika hilang atau dicuri,
artinya benar-benar tak kembali.
2. Kartu
Debet digunakan ketika teman-teman akan
melakukan transaksi pembelanjaan di merchant-merchant
di luar negeri. Pilihlah kartu debet yang sudah memiliki logo Visa
atau Plus, sehingga dapat diterima luas di seluruh dunia. Visa diterima di
lebih dari 200 Negara di seluruh dunia. Penggunaan kartu debet biasanya
dikenakan potongan tertentu dan selisih kurs yang tergantung pada bank tempat
anda menggunakan layanan. Biasanya ketika melakukan transaksi pembelian, visa
telah melakukan konversi mata uang, namun demikian bank tempat merchant
melakukan transaksi melakukan adjustment
sesuai dengan kurs yang dimiliki bank tersebut.
3. Kartu ATM, sebenarnya kartu ATM dan Debet itu berbeda, namun banyak
masyarakat yang menganggap kartu ini sama. Bank Indonesia sebagai regulator dan
otoritas layanan Sistem Pembayaran di Indonesia telah memberlakukan izin yang
berbeda terhadap kartu ATM dan Debit. belum tentu sebuah kartu yang dikeluarkan
oleh bank dapat berfungsi untuk kedua kartu sekaligus, meskipun untuk saat
ini hampir seluruh kartu telah memiliki multi fungsi. Kartu ATM digunakan
untuk melakukan transaksi keuangan melalui mesin ATM, sedangkan Debet digunakan
untuk melakukan transaksi pembayaran tunai menggunakan kartu di merchant-merchant. Pilihlah pula kartu
ATM yang sudah memiliki logo cirrus, maestro plus, visa dan master sehingga
Anda dapat melakukan transaksi di mesin ATM di Negara yang rekan-rekan sedang
kunjungi. Biaya penarikan tunai melalui ATM di luar negeri biasanya dikenakan
potongan tertentu dari Bank tempat anda menggunakan ATM tersebut dan bank
tempat kita memiliki dana di kartu ATM serta biaya selisih kurs. Penggunaan
kartu ATM juga harus diperhatikan batasan penarikan tunai setiap
harinya,biasanya disesuaikan dengan jenis kartu yang dimiliki rekan-rekan.
Pin yang digunakan di Indonesia terkadang sudah menggunakan
pin 6 digit, sedangkan beberapa ATM di luar negeri hanya menggunakan/menerima
pin 4 digit dan tidak mengandung karakter alphabet, jika demikian maka coba
hubungi terlebih dahulu bank teman-teman jika PIN melebihi 4 digit dan
mengandung karakter alphabet.
4. Kartu
Kredit adalah kartu yang digunakan untuk melakukan segala transaksi di
toko/merchant seperti halnya kartu
debet, namun dengan prinsip berhutang/dana yang anda keluarkan ditalangi oleh
bank terlebih dahulu, penggunaan kartu kredit biasanya dikenakan biaya-biaya
tambahan lain ketika melakukan transaksi di luar negeri, yaitu biaya selisih
kurs dan biaya penggunaan merchant. Dua Principal kartu seperti Visa dan Master
Card dapat digunakan pada lebih dari 200 negara. Dalam kartu kredit tertera
informasi seperti Nomor kartu kredit, nama card
holder, masa berlaku kartu kredit dan 3 digit nomor CSC (Card Security Code) yang biasanya
terletak di belakang kartu kredit Anda. Nah untuk keamanan Anda dalam
bertransaksi menggunakan kartu kredit, saran saya hapuslah ketiga kode CSC tersebut
dan dihafalkan atau dicatat pada tempat rahasia anda lainnya. Sangat berbahaya
jika ada pihak yang dapat mengetahui seluruh informasi Kartu Kredit Anda, pihak
tersebut dapat melakukan pembelanjaan dengan menggunakan kartu Anda tanpa
sepengetahuan Anda.
Nah
setelah mengetahui fungsi dan kegunaan dari masing-masing alat pembayaran di
atas, berikut saya sampaikan bagaimana menggunakan sarana pembayaran tersebut
dan mana yang cocok digunakan untuk transaksi ketika rekan-rekan berada di Luar
Negeri sehingga dapat menghemat keuangan Anda. Ada empat pertimbangan utama jika menggunakan uang di luar negeri, yaitu
biaya komisi, nilai tukar, suku bunga, dan biaya transaksi.
Seluruh alat pembayaran di atas dapat seluruhnya
digunakan Lo…
Tetapi pertanyaannya manakah yang jenis
pembayaran yang paling tepat dan murah untuk digunakan sebagai sarana
pembayaran.
Pertama
bawalah seluruh sarana pembayaran tersebut agar kita dapat lebih fleksibel
dalam memilih sarana pembayaran yang cucok ketika melakukan transaksi. Bawalah uang
tunai secukupnya, perkirakan berapa lama kita akan melakukan travelling dan sesuaikan dengan itenary yang telah teman-teman buat.
Uang tunai menurut saya dibutuhkan untuk transaksi-transaksi retail/kecil dan jika
membutuhkan pembayaran seketika dimana tidak terdapat sarana ATM, EDC dan infrastruktur
lainnya.
Jangan
pernah gunakan kartu ATM untuk menarik uang tunai di mesin ATM jika memang uang
tunai yang rekan-rekan bawa sudah benar-benar habis. Bawalah uang tunai
secukupnya dan simpanlah pada tempat yang berbeda, hal tersebut untuk mencegah
hilangnya uang pada salah satu tempat. Jika bepergian dari hotel baiknya
bawalah uang tunai secukupnya dan sisakan pada safe deposit box yang tersedia atau tempat tertentu di hotel tempat
anda menginap.
Jika
memang uang tunai yang teman-teman bawa tidak bersisa, coba prioritaskan dahulu
menggunakan kartu kredit dibandingkan jika melakukan penarikan tunai di mesin
ATM menggunakan kartu ATM. Jika memang tidak terdapat EDC di tempat rekan-rekan
akan melakukan transaksi maka melakukan penarikan tunai di ATM adalah langkah
terakhir. Mengapa melakukan penarikan tunai di ATM dihindarkan, hal ini karena faktor
ekonomis. Pertimbangan yang cukup masuk akal adalah banyaknya muncul biaya
tambahan ketika melakukan penarikan uang tunai di mesin ATM di luar negeri selain
selisih kurs yang cukup tinggi sehingga anggaran yang kita keluarkan menjadi
lebih banyak. Jika akan melakukan penarikan tunai melalui mesin ATM coba
rekan-rekan kalkulasi dahulu kebutuhan sehingga tidak perlu mengambil
berulang-ulang uang tunai di mesin ATM.
Namun
yang perlu diingat teman-teman ketika menggunakan kartu kredit adalah sebisa
mungkin bayarlah secara full amount jumlah tagihan ketika selesai melakukan
transaksi menggunakan kartu kredit. Jika tagihan kita tidak langsung dibayar,
biasanya kita juga akan terkena suku bunga yang lumayan tinggi untuk pembayaran
bulan depannya. Saran saya coba teman-teman sesuaikan waktu dan berapa lama teman-teman
akan traveling dan sesuaikan dengan jatuh tempo tagihan. Bayarlah sebelum jatuh
tempo. Sebisa mungkin lakukan pembayaran kartu kredit menggunakan sarana
Internet Banking sehingga tidak perlu waktu menunggu untuk melakukan pembayaran
ketika pulang ke Indonesia. Penggunaan kartu kredit akan lebih menguntungkan
jika terdapat promo-promo atau diskon khusus yang ditawarkan oleh toko ketika
teman-teman belanja. Tanyakan terlebih dahulu kepada Bank tempat Anda membuka
kartu kredit daftar promo-promo di negeri dimana teman-teman akan melakukan
perjalanan traveling.
Kartu
kredit merupakan salah satu sarana paling umum yang sering digunakan, apalagi
jika anda sering bepergian ke luar negeri. Dalam beberapa hal, kartu kredit
membuat bepergian ke luar negeri lebih mudah. Dengan kartu kredit di tangan,
anda tidak harus berurusan dengan cek perjalanan atau membawa segepok uang
tunai untuk sarana pembelanjaan. Berikut adalah beberapa cara untuk menyiapkan
kartu plastik ini di dompet anda untuk perjalanan luar negeri.
1. Batasi jumlah kartu yang dibawa (untuk jenis
kartu yang sama, missal ATM, Debit atau Kredit). Bawalah maksimal dua atau tiga
kartu saja. Minimal, Anda punya 1 kartu backup
dan kartu dengan fasilitas menguntungkan untuk perjalanan luar negeri yang bisa
Anda manfaatkan. Pastikan kartu kredit Anda tidak membebankan biaya untuk
transaksi luar negeri.
2. Catat dan simpan informasi kartu kredit Anda
ditempat yang aman. Anda bisa menyimpannya di ponsel atau di komputer dan
flashdisk. Ini sebagai antisipasi jika kartu kredit Anda hilang atau dicuri.
Sehingga Anda bisa segera melaporkannya ke bank Anda.
3. Beritahu bank penerbit kartu kredit Anda perihal
keberangkatan Anda ke luar negeri. Ini untuk menghindari kartu kredit Anda di suspend
karena karena adanya transaksi yang tidak biasa dari luar negeri.
4. Pastikan kartu kredit Anda memiliki Chip. Atau
kartu Anda bisa ditolak penggunaannya di luar negeri. Namun saat ini hampir
semua kartu kredit di Indonesia telah dilengkapi dengan chip. Negara seperti
Selandia Baru, Cina, dan Eropa, termasuk Inggris, Irlandia, Perancis, dan
negara-negara lainnya telah memperkenalkan sebuah sistem pembayaran chip dan
PIN, sehingga terkadang mereka menolak untuk jenis kartu yang belum menggunakan
chip atau masih menggunakan teknologi magnetic
strip.
5. Bawalah kartu yang Anda perlukan. Jika pada hari
itu Anda berencana untuk tidak membeli apapun dengan menggunakan kartu kredit,
sebaiknya tinggalkan saja kartu di hotel atau tempat aman, brangkas misalnya. Ini
untuk menghindari kartu Anda hilang atau dicuri pada saat liburan.
6. Selalu bawa passport Anda. Jika ternyata kartu
Anda belum dilengkapi dengan chip, beberapa merchant masih mau menerima
pembayaran dengan kartu ini. Namun biasanya mereka akan meminta Anda untuk
menunjukkan paspor.
7. Simpan semua bon dan bukti transaksi. Simpan
semua bukti belanja dan tranksaksi Anda di luar negeri, mulai dari bon
restoran, toko oleh-oleh, hingga atraksi hiburan. Cocokanlah bon-bon yang
dikeluarkan oleh merchant dengan surat tagihan kartu kredit, ini untuk menghindari transaksi yang tidak Anda lakukan namun
menjadi kewajiban Anda untuk membayarnya
Beberapa contact center
dan informasi website yang penting bagi Anda
1. Mencari lokasi ATM di lebih dari 200
negara yang menggunakan jaringan Visa dan Plus
2. Contact Center Visa jika Anda
mendapatkan masalah dengan kartu Anda
Sekian sharing
pengamalan dari saya tentang penggunakan media pembayaran yang Pas dan cocok
bagi kita yang sedang atau akan melakukan traveling sehingga transaksi yang
kita lakukan akan lebih Hemat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar